Outlook Ekonomi Hari Ini 03 Mei 2017

Asia: Saham Asia naik mendekati level tertinggi 2 tahun di hari Selasa seiring meningkatnya optimisme pada earnings teknologi industri
dan meredanya kekhawatiran konflik Korea Utara yang mengimbangi rilis buruk data ekonomi AS dan Cina. Indeks MSCI untuk saham
Asia-pasifik diluar Jepang naik 0,5% ke level tertinggi sejak Juni 2015, setelah sejumlah pasar dibuka kembali usai libur panjang akhir
pekan. Nikkei naik 0,7%. Kenaikan saham hi-tech terakselerasi setelah laporan earnings kuat dari Google, Amazon dan Microsoft pekan
lalu. Apple melaporkan earnings pada hari Selasa dan Facebook di hari Rabu ini. Sementara Kospi naik 0,7%, terangkat oleh naiknya
saham Samsung Electronics sebanyak 2%. Sedangkan di Hong Kong, saham Tencent bertambah 1,3%, menembus rekor tertinggi.
Kekhawatiran tentang ketegangan di semenanjung Korea juga sedikit berkurang setelah Presiden A.S. Donald Trump pada hari Senin
membuka pintu untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dengan mengatakan bahwa dia akan merasa terhormat
untuk bertemu dengan pemimpin muda tersebut dalam situasi yang tepat.

Eropa: Bursa Eropa mengawali perdagangan perdananya di bulan Mei dengan ditutup menguat, ditopang oleh laporan earnings
korporasi yang sehat dan data manufaktur yang menambah optimisme terhadap perbaikan ekonomi kawasan. Saham keuangan dan
industri memberi dukungan terbesar bagi indeks STOXX 600 yang ditutup naik 0,75%, level tertingginya sejak Agustus 2015. Hasil laporan
earnings BP juga bantu kerek indeks FTSE 100 hingga ditutup naik 0,6% di 7250,05 poin.

AS & Global Markets: Naiknya bursa Eropa telah angkat bursa global ke rekor tertinggi pada hari Selasa, berkat rilis optimis data ekonomi
(manufaktur) dan laporan keuangan perusahaan Eropa. Bursa saham Perancis dan Jerman juga catat level tertinggi. Saham BP melonjak
1,6% setelah perusahaan minyak tersebut melaporkan profit Q1 naik 3 kali lipat. Namun demikian saham Apple terkoreksi 1,2% setelah
melaporkan penurunan penjualan iPhone. Sementara itu, ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juli berhasil dukung
penguatan USD. Pasar memberi peluang sekitar 65,2% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 bps di bulan Juni. Emas terkoreksi seiring
berkurangnya minat pada aset safe-haven.

527709