Outlook Ekonomi Hari Ini 02 Mei 2017

Asia: Saham Asia naik tipis pada hari Senin, ditopang naiknya bursa Jepang, sementara dolar kembali menarik perhatian karena
pemerintah A.S. tampaknya akan menghindari penutupan. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang bertambah 0,1%. Nikkei
Jepang naik 0,4%, dengan blue chip high-tech naik berkat laporan earnings yang kuat. Saham Asia awalnya mengambil isyarat dari Wall
Street, yang turun pada hari Jumat setelah data menunjukkan ekonomi A.S. tumbuh pada laju terlemahnya dalam tiga tahun di kuartal
pertama. Namun sentimen pasar kemudian membaik oleh berita bahwa perunding kongres A.S. mengadakan kesepakatan bipartisan
mengenai paket pengeluaran untuk menjaga agar pemerintah federal membiayai sampai 30 September, sehingga mencegah penutupan
pemerintah. Reaksi keseluruhan masih terbatas karena banyak pasar di Asia dan Eropa tutup untuk memperingati Hari Buruh. Fokus
utama pasar minggu ini akan tertuju ke Amerika Serikat, dengan mencermati FOMC meeting pada 2-3 Mei dan laporan pekerjaan (nonfarm
payrolls) pada hari Jumat.

Eropa: Bursa Eropa dan Inggris tutup pada hari Senin (01/Mei) untuk merayakan Hari Buruh. Aksi profit-taking investor picu koreksi bursa
Eropa, namun memastikan minggu terkuat mereka sejak Desember karena kekhawatiran politik mereda dan broker memperkirakan
pertumbuhan pendapatan yang kuat akan mendukung valuasi. Indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,2% di 387,09, sementara indeks
FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,3% dan CAC Perancis berakhir datar. Para analis di Bank of America Merrill Lynch menaikkan target mereka
untuk STOXX menjadi 420 poin dan memprediksi earnings Eropa akan tumbuh 15% tahun ini.

AS & Global Markets: Naiknya saham raksasa AS (seperti Apple dan saham teknologi besar lainnya) hingga tembus rekor tertinggi pada
hari Senin telah angkat bursa Wall Street dan juga bursa global, sementara data pengeboran dan output A.S. terus menekan harga
minyak. Data semalam menunjukkan aktifitas manufaktur AS melambat di bulan April sementara consumer spending tetap (tidak
berubah) di bulan Maret dan barometer penting inflasi catat penurunan bulanan pertamanya sejak 2001. Meskipun demikian, The Fed
diprediksi akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Juni.

527710