Outlook Ekonomi Hari Ini 05 April 2017

Asia: Saham Asia melemah tipis pada hari Selasa menyusul investor berhati-hati (menahan diri) jelang pertemuan bilateral antara
Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping pekan ini. USD terkoreksi seiring melemahnya saham sesi overnight dengan
investor memburu aset safe-haven dalam kondisi politik yang tidak menentu. Saham otomotif tekan saham Tokyo, dengan Nikkei
merosot 0,9% ke level terendah 10 pekan. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik diluar Jepang turun 0,4%, setelah tembus level tertinggi
21 bulan di pekan lalu. Saham Australia turun 0,3% setelah RBA putuskan tahan suku bunga di rekor terendah 1,5% sesuai ekspektasi.
Bursa Cina, Hong Kong dan India tutup berkenaan hari libur nasional. Turut menambah kegelisahan pasar adalah adanya serangan oleh
tersangka pembom bunuh diri Islam pada kereta metro di St Petersburg, Rusia, yang menewaskan 11 orang dan melukai 45.

Eropa: Bursa saham Eropa menguat di hari Selasa dalam kondisi perdagangan yang rentan tekanan, didukung oleh naiknya saham
minyak. Indeks STOXX 600 naik 0,2%. Sedangkan sektor yang catat kinerja terburuk adalah otomotif setelah turun 0,6%. Sementara itu
kenaikan pada bursa saham Inggris berhasil melampaui Eropa, setelah indeks FTSE 100 naik 0,5%, didukung oleh kenaikan pada saham
energi dan industri, meskipun ada tekanan dari melemahnya saham supermarket Sainsbury dan Morrison.

AS & Global Markets: Harga minyak naik mendekati level tertinggi 1 bulan pada hari Selasa oleh ekspektasi berkurangnya stok minyak
AS, sementara USD terkoreksi akibat investor berhati-hati jelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.
Persiapan pelaksanaan pemilu di Perancis juga turut menambah kehati-hatian investor menyusul resiko politik masih aktif jelang
pertemuan Trump-Xi pada hari Kamis-Jumat pekan ini.

Week ahead: Investor juga akan mencermati ECB minutes (Kamis) dan testimoni Presiden ECB Mario Draghi dan Kepala Bundesbank Jens
Weidmann, yang pada hari Senin menyerukan lagi kebijakan moneter yang “kurang ekspansif”.
Terakhir, investor akan disuguhi data pekerjaan AS (non-farm payrolls) yang diprediksi jumlah pekerjaan bertambah 180.000 di bulan
Maret.

527708